Oleh: Saima (Mahasiswi UIN Alauddin Makassar)

Saima, Mahasiswi UINAM.

“Sabda Ayat Bisu, Sunnah dan fatwa tidak lagi berwibawa, bilamana pemberi fatwa hanyut dalam keuntungan dunia, lalu fatwa dan sabda hanya menggema sesuai pesan penyandang dana, namun hilang suara bila tak dapat apa-apa, maka jadilah ia tumpul dan tiada berguna.”
(Hardi Abu Rafa)

karebaindonesia.id – Sekarang mari berhenti sejenak, saya akan membawakan berita buruk terkait dengan pemerintah secara resmi melarang mudik Hari Raya Idul Fitri 2021. Seperti yang kita tahu bahwasanya mudik sudah menjadi kebiasaan yang telah mendarah daging dengan kata lain sudah menjadi budaya di masyarakat Indonesia, terutama mudik lebaran. Jika kebiasaan ataupun budaya tersebut diganggu, maka timbul pertentangan, serta akan timbul konflik yang ada di setiap kegagalan dari fungsi yang ada dari arahan peraturan larangan mudik.

“Wakil Presiden minta agar ada dispensasi untuk santri bisa pulang ke rumah masing-masing tidak dikenai aturan-aturan ketat terkait larangan mudik yang berhubungan dengan konteks pandemi saat ini,” ujarnya, dikutip (Cnbcindonesia.com, 25/4/2021).

Tidak bisa dipungkiri bahwa realita maupun fakta di atas menunjukan bahwasanya pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik ini hanya sebagai larangan basa-basi dengan dalil mencegah penyebaran Covid-19. Karena kalau kita berbicara terkait covid-19 di Indonesia memang ada namun dibalik ini semua ada konspirasi besar yang bisa dikatakan permainan yang menguntungkan kaum-kaum borjuasi (kapitalisme) lewat kebijakkan-kebijakkan yang mereka keluarkan.

Sama seperti yang dikatakan oleh Djoko yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat (MTI) ini menilai kesan lemerintah tidak serius untuk menanggulangi Covid-19 semestinya tidak muncul jika pemerintah sendiri tidak melontarkan isu-isu yang ‘aneh’. .

Kemudian Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia/ (IPOMI), Kurnia Lesani meminta pemerintah tidak tebang pilih dalam melaksanakan pengetatan, aturan mudik yang mulai berlaku tanggal 22 April kemarin. Kurnia meminta angkutan pribadi juga harus diperketat pengendaliannya (Cnbcindonesia.com, 25/4/2021).

Secara logika semenjak Covid-19 ada, berbagai kegiatan seperti rapid test, swab antigen, dan vaksin tentu semua kegiatan ini harus dibayar, lagi-lagi kaum-kaum kapital berlindung untuk menutupi ketiadaan tanggungjawab mereka dibalik aturan atau kebijakan yang mereka terapkan dan pada akhirnya rakyat biasa jadi korban.

Anehnya, tempat wisata tetap dibuka masyarakat tetap bisa berwisata selama periode pelarangan itu ditempat domisili masing-masing. Hal itu karena seluruh tempat wisata di Indonesia tetap terbuka. Itu artinya kebijakan ini tidak seirama dengan kebijakkan pelarangan mudik lebaran sebab pembukaan wisata ini berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19. Oleh karena itu, tidak heran jika larangan mudik ini dilanggar dan tidak disetujui, sebab mudik adalah suatu kebiasaan ataupun budaya orang Indonesia.

“Mudik tahun ini tahun kedua (ada pelarangan) akibat pandemi Covid-19 dia berharap, bukan larangan mudik lebaran yang diterapkan melainkan pengendalian mudik lebaran. Sedangkan larangan mudik lebaran membuat bisnis mereka berhenti. “Kami perkirakan pengusaha Otobus akan mengalami kerugian sekitar Rp 18 miliar.” Asosiasi pun berharap pemerintah memberikan solusi agar perusahaan bus bisa beroperasi saat Lebaran 2021. Komunikasi dengan Kementerian Perhubungan pun terus dibangun. Menurut Iqbal Tosin, pemerintah dapat belajar dari larangan mudik Lebaran 2020 sehingga banyak mobil pribadi atau travel gelap yang memanfaatkan situasi. Di sisi lain pengusaha bus yang memiliki izin operasi malah rugi besar.” (Tempo.co, 15/4/2021).

Namun, dalam lingkup ekonomi yang terhubung secara global dengan miliaran manusia, kita digempur dengan berbagai pelanggaran-pelanggaran yang merugikan. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tampaknya payah. Kebijakan-kebijakan tersebut menjadi ambyar dan memasukan kita ke dalam lingkaran konflik yang selalu meningkat yang tidak bisa di pungkiri tidak memberikan kedamaian akhir ataupun tidak bisa memproduksi kemaslahatan bagi umat secara permanen.

Pemerintah membuat aturan pengetatan perjalanan pada musim Lebaran 2021. Aturan ini dibuat karena temuan dari satgas Covid-19 yang melihat masih banyak masyarakat yang mudik duluan sebelum larangan mudik diberlakukan 6-17 Mei 2021 nanti. Akibat adanya kebijakan ini, para pelaku perjalanan yang naik mobil pribadi tidak boleh sembarangan lagi (Pikiran-rakyat.com, 25/4/2021).

Seketat apapun aturan maupun kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tapi mereka juga yang melanggar itu sama saja bohong. Kebijakan-kebijakan semacam ini adalah kebijakan mendua yang berpaling untuk mengurusi rakyat. selain itu, ini juga merupakan salah satu faktor yang berujung kegagalan adalah diterapkan kebijakan yang tebang pilih kemudian satu-satunya faktor yang ada dalam setiap problem besar di Indonesia adalah sistemnya.

Jikalau kita mau menulusuri sejarah Islam, kita pasti akan mendapati sosok Umar Bin Khattab yang memiliki potensi maupun bobot keputusan yang luar biasa untuk diteladani. Khalifah Umar ra. Pernah mengatakan “sayyidul qaumi khadimuhun,” (pemimpin kaum diantaranya diukur dari mutu pelayanannya). Bukan “khadi’uhum” (pandai menipu mereka).

Menurut K.H. Hafidz Abdurrahman (Khadim Ma’had Syaraful Haramain), krisis dan pandemi sudah pernah terjadi dalam sejarah kehidupan umat manusia, termasuk dalam era kejayaan Islam semua berhasil dilalui umat Muslim. Dalam kondisi krisis umat Muslim berdiri jadi pengasuh, penjaga, dan penopang utama kekuasaan negara. Sebab, negara mengurus urusan mereka serta memenuhi hak-hak mereka.

Satu hal yang pasti, namun belum dilakukan pemerintah ialah menerapkan syariat Islam dalam sendi-sendi kehidupan. Sebab Islam, memberikan solusi yang menyentuh akar dari masalah yang ada saat ini. Islam menuntaskan pandemi, sudah seharusnya pemerintah mengantisipasi lesunya perekonomin sejak pandemi melanda. Namun kebijakan-kebijakan yang setengah-setengah membuat pandemi ini semakin meluas, sehingga harus mengeluarkan effort lebih besar dan mahal. Intinya dengan mayoritas Islam di Indonesia, sudah sepantasnya kita berhukum dengan aturan-Nya secara menyeluruh (kaffah).

52 thoughts on “Polemik Larangan Mudik, Bukan Tebang Pilih?”
  1. generic viagra buy
    drug online viagra best price canadarx.com canadian drugstore online [url=http://qx.dz169.com/home.php?mod=space&uid=337290]medication prices[/url] buy cheap viagra viagra india canada viagra generic viagra stories [url=http://isalna.com/index.php?qa=user&qa_1=zephyrgarden73]pills canada[/url]
    cialis- canadian pharmacy prescription medication generic viagra sale soft viagra [url=https://freebookmarkstore.win/story.php?title=wish-to-really-feel-better-adhere-to-these-essential-nutrition-tips#discuss]where can you buy viagra[/url]

  2. I just couldn’t leave your site before suggesting that I actually enjoyed the standard
    info a person supply for your guests? Is going to
    be again frequently to investigate cross-check new posts

  3. Great blog here! Also your web site loads
    up very fast! What host are you using? Can I get
    your affiliate link to your host? I wish my site loaded up as fast as yours lol

  4. Heya i am for the primary time here. I came across this board and I find It really helpful & it helped me out a lot.
    I’m hoping to provide something back and aid others such as you aided me.

  5. My developer is trying to persuade me to move
    to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the
    costs. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on various websites for about a year and am anxious
    about switching to another platform. I have heard great things about
    blogengine.net. Is there a way I can import all my
    wordpress posts into it? Any kind of help
    would be greatly appreciated!

  6. Thank you a lot for sharing this with all of us you really understand what you’re speaking
    about! Bookmarked. Please also talk over with
    my web site =). We can have a link alternate arrangement among us

  7. hello there and thank you for your info – I have certainly picked up anything
    new from right here. I did however expertise some technical points
    using this site, since I experienced to reload the web site
    lots of times previous to I could get it to load properly.
    I had been wondering if your web host is OK? Not that I am complaining, but sluggish loading instances times will sometimes affect your placement in google and could damage your quality score
    if advertising and marketing with Adwords. Well I am adding this RSS to my
    e-mail and can look out for a lot more of your respective exciting content.
    Ensure that you update this again very soon. asmr https://app.gumroad.com/asmr2021/p/best-asmr-online asmr

  8. Hello! I could have sworn I’ve visited this site before but after
    browsing through many of the posts I realized it’s new
    to me. Nonetheless, I’m certainly happy I stumbled
    upon it and I’ll be book-marking it and checking back frequently!
    scoliosis surgery https://0401mm.tumblr.com/ scoliosis surgery

  9. The next time I learn a blog, I hope that it doesnt disappoint me as much as this one. I mean, I do know it was my option to learn, however I really thought youd have something attention-grabbing to say. All I hear is a bunch of whining about something that you could possibly fix for those who werent too busy in search of attention.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi