Karebaindonesia.id – Kriminolog Adrianus Meliala menilai orang yang mengomsumsi minuman beralkohol tak selamanya terkait langsung dengan tindak kejahatan.

Pernyataan tersebut terkait dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) Minuman Beralkohol yang saat ini gencar digodok DPR-RI.

Dalam pasal 3 RUU tersebut, dijelaskan bahwa minuman beralkohol bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh minuman beralkohol.

Dalam pasal itu juga disebutkan bahwa tujuan RUU Minuman Beralkohol yaitu menumbukan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol.

Selain itu, dengan adanya RUU tersebut, maka akan tercipta ketertiban dan ketenteraman di masyarakat dari gangguan yang ditimbulkan oleh peminum minuman beralkohol.

Dalam pandangan Adrianus Meliala, perilaku kriminal tak bisa langsung disangkut-pautkan dengan minuman beralkohol. Menurutnya, perbuatan kriminal selalu bersinggungan dengan variabel lain yang berkaitan dengan emosi seseorang.

“Korelasi langsung tak ada. Selalu ada variabel antara lain rasa marah, dendam, akses senjata, niat jahat, dan lain-lain,” ungkapnya dikutip dari media CNN Indonesia.

Tambahnya, RUU Minuman Beralkohol muncul karena adanya pandangan negatif DPR-RI terhadap minuman beralkohol. Bahkan, RUU ini berpotensi akan berdampak pada alkohol lain di bidang medis dan keagamaan.

“Menurut saya UU ini mengatur segala hal tentang alkohol. Termasuk juga tentang penggunaan alkohol untuk tujuan medik, tujuan liturgis, maupun alkohol yang terkait dengan cultural purpose. Alhasil ini menjadikan RUU ini amat kurang kegunaannya,” katanya.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *