Foto Bersama armada FLP se-kota Makassar

Makassar, karebaindoneia.id – Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Makassar menggelar GEMPITA (Gebyar Milad Penuh Cinta) saat memperingati hari jadi FLP yang ke-24 pada (21/02/2020) kemarin.

Pada GEMPITA ini FLP cabang Makassar kembali memberi penghargaan kepada ranting dan kader terbaik selama satu tahun terakhir. Dari hasil keputusan, FLP Ranting Universitas Muslim Indonesia keluar sebagai Ranting Terfavorit, dan FLP Ranting Universitas Hasanuddin sebagai Ranting Terkreatif.

FLP ranting UMI mendapatkan penghargaan ranting Terfavorit.

Sementara itu, untuk kategori Kader Terfavorit diraih oleh Hilyatul Jannah dari FLP Ranting Unismuh Makassar. Dua kader lainnya atas nama Andi Fahrul Rozi dari FLP Ranting UIN Alauddin, Ms Putrangewa dari FLP Ranting POLTEKES, dan Aisyah nano dari FLP Ranting Al-Azhar berhasil mendapatkan hadiah buku karena dengan sigap menjawab kuis dari MC.

Kader terfavorit, Hiyatul Jannah dari ranting Unismuh Makassar.

Selain memberi penghargaan, kegiatan penting pada GEMPITA ini dirangkaikan dengan salat berjamaah, kultum dan ngaji bareng. Adapun yang bertindak sebagai penceramah ialah Muhsin Mubarak dan Aisyah Nano yang berasal dari kader FLP Makassar dan Gowa.

Setelah ngaji bareng, dilanjutkan dengan doa bersama untuk umat yang sedang dilanda bencana, keluarga FLP yang telah berpulang, dan tentunya untuk FLP agar semakin lebih baik dan jaya. Doa bersama dipimpin langsung oleh Ahmad Akbar, selaku pengurus FLP Cabang Makassar, diikuti oleh seluruh hadirin yang berasal dari berbeda-beda ranting, baik dalam naungan Cabang Makassar maupun Cabang Gowa.

Ketua FLP Cabang Makassar, Tetta Sally, menuturkan bahwa Milad kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Namun, esensi dari Milad ini tetap didapatkan walaupun dengan suasana berbeda.

“Berbeda dengan tahun sebelumnya, kegiatan Milad FLP ke-24 ini lebih mengutamakan untuk mengeratkan persaudaraan antar kader FLP,” tutur Tetta Sally.

“Meski acara yang terbilang sederhana, tetapi tetap mengutamakan nilai dari tiga pilar FLP itu sendiri, yakni: keorganisasian, kepenulisan, dan keislaman. Tak lupa pula menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan mencuci tangan.” lanjut lelaki penggemar AC Milan ini.

Kini FLP telah berusia 24 tahun setelah dibentuk pada tahun 1997 oleh Maimon Herawati, Asma Nadia, dan Helvy Tiana Rosa yang kadernya telah tersebar luas di Indonesia maupun di mancanegara. Selama berdirinya FLP, komunitas literasi terbesar di Indonesia ini telah banyak melahirkan penulis-penulis besar, salah satunya ialah Habiburrahman El-Shirazy penulis buku Ayat-Ayat Cinta, Api Tauhid, Kembara Rindu, dan buku lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *