Makassar, Karebaindonesia.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan melakukan program Swab Massal di enam kecamatan yang masuk kategori episentrum.

Tes swab diberikan kepada masyarakat secara gratis. Adapun enam kecamatan yang masuk kategori episentrum merupakan tertinggi dari 15 kecamatan yang ada di Kota Makassar.

Enam kecamatan tersebut diantaranya ialah Rappocini, Biringkanaya, Panakukang, Tamalate, Manggala dan Tamalanrea.

Kecamatan Tamalanrea merupakan kecamatan terkahir yang melaksanakan Swab Massal sekaligus kecamatan dengan jumlah peserta terbanyak dengan jumlah 831 orang.

Hal tersebut disampaikan Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti saat di temui Karebaindonesia.id di Lapangan Tala, Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar.

“Alhamdulillah, jumlah peserta Swab Massal yang terdaftar 853 orang dan yang swab 831 orang. Rekor terbanyak dari 5 Kecamatan lainnya,” ujarnya Kaharuddin.

“Kami mengahdirkan warga yang rentan terpapar Covid-19, para lansia, masyarakat yang sudah melakukan kontak langsung dengan pasien positif serta WNA yang tinggal di Kecamatan Tamalanrea,” sambungnya.

Lanjut Kaharuddin, tujuan menghadirkan WNA tersebut merupakan upaya memutus penyebaran Covid-19 secara menyeluruh di Kecamatan Tamalanrea.

“Kemarin ada dari mereka (WNA) positif. Oleh karena itu kami panggil semua langsung untuk swab,” kata Kaharuddin.

Camat Tamalanrea, Kaharuddin Bakti bersama Polri dan TNI di lokasi Swab Massal Kecamatan Tamalanrea.

Sementara itu, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Nursaidah membenarkan adanya WNA yang terpapar Covid-19 di Kecamatan Tamalanrea.

“Iya mereka (WNA) periksa diri di klinik swasta, setelah dapat hasil dan positif baru melapor ke puskesmas terdekat dari wilayahnya, kebetulan ini WNA banyak tinggal di kelurahan Tamalanrea indah,” bebernya.

dr. Idah sapaan akrabnya menjelaskan bahwa laporan masuk dari Dinas Kesehatan, ada 30 WNA yang telah melakukan swab di puskesmas dan terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi 30 WNA tersebut sudah sembuh.

Kendati demikian, pihak Dinas Kesehatan melakukan tracing terhadap orang yang kontak langsung dengan WNA tersebut dengan melakukan kerjasama dengan International Organization for Migration (IOM) untuk melakukan pengawasan.

“Jadi Swab Massal yang di Kecamatan Tamalanrea itu melakukan screening, sweapin dan tracing menargetkan WNA juga diwilayahnya,” ujarnya

“Tetap kita pantau mereka karena kalau kita biarkan bisa jadi satu sumber penularan Covid-19,” pungkasnya.

2 thoughts on “Rekor, Swab Massal di Kecamatan Tamalanrea Capai 831 Peserta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *