MENGETAHUI IBU

(1)
ibu tahu,
dari hatinya tercipta air susu bagi penghidupanmu
dan air mata agar kehidupanmu tak berliku
janganlah kau mengeringi air dalam tubuhnya dengan luka, duka, dan segala murka
hingga mengering seluruh air; luruh, berujung lara.

(2)
ibu tahu,
masakannya memiliki jiwanya masing-masing
ramuan keramahan, resep yang meresap kasih sayang
yang menjagamu setiap laparmu
“habiskan makananmu, nak. kalau bersisa, nasinya akan menangis.” begitulah kata ibu
yang peka cita rasa dan rasa cinta.

(3)
ibu tahu,
kau sudah besar dan dewasa, kuat dengan segala persoalan
segala perselesihan yang seakan-akan menyibukkanmu terlalu jauh dan terlampau jatuh
ibu tidak tahu kau bermuram sedih
namun ibu tahu caranya bermurah hati
melenyapkan amarah dendam, meredamkan salah dan resahmu
“nak, di hatimu, anak-anak sedang bermain-main, maka kembalilah.”

(4)
ibu tahu,
di dalam hatimu, ada hal yang kau tak tahu
maka ketahuilah
setelah kau menangisinya di peristirahatannya yang sejati.

***

AKU TAK PERCAYA FEBRUARI

aku tak percaya Februari
adalah perayaan cinta berbalas
sebatang kacang badam berselimut
coklat mahal
sebab ia tak singgah
di lubuk hatiku
ia hanya terlarut dalam perut
menjadi coklat
hina-dina berselimut tanah bercacing.

aku tak percaya Februari
adalah reuni rindu berbagi
setangkai bunga mawar berbau
puisi gombal
sebab ia tak merasuk
renung sukmaku
ia akan layu, luruh, busuk
bersama coklat
hina-dina tanah berbau.

Aku memang tak percaya Februari
yang tak tahu diri
menawarkan cinta dan rindu
di saat kalender hidupku
tercoret-coret, tersobek-sobek
oleh maut.
seperti Februari
meninggalkan Januari yang
belum tuntas menghitung
perayaan cintanya.

***

HATIKU: ALAM SEMESTA

sukmaku berunsur dari segala rupa elemen:
tunduk-patuhku kepada Tuhan adalah air menyusuri sungai kesucian
amarah-dendamku akan kebatilan adalah api membara-hanguskan kekejian
hangat-eratku akan kasih adalah tanah subur menumbuh kebahagiaan
sejuk-tenangku akan cinta adalah udara meniupkan kabar kemakmuran.

seluruh unsur itu berangsur-angsur
berputar kian kilat, kian cepat, tepat
dalam arus kehambaan,
“Tuhan, jiwa-ragaku adalah bintang, debu kosmik, cahaya ribuan masa
yang memadat, melahirkan semesta, tempat nama-Mu dan segala kuasa
bertahta dalam titah ayat-ayat.”

Kun Fayakun![]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

13 thoughts on “Sajak-sajak Kenangan yang Ingin Diingat”
  1. Please let me know if you’re looking for a article writer for your site.
    You have some really great posts and I think I would be a good asset.
    If you ever want to take some of the load off, I’d absolutely love to write some content for your
    blog in exchange for a link back to mine. Please blast
    me an e-mail if interested. Many thanks! asmr 0mniartist

  2. I’m not that much of a internet reader to be honest
    but your sites really nice, keep it up! I’ll go ahead and bookmark your site to
    come back later on. Cheers asmr 0mniartist

  3. Have you ever thought about including a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is important and all. However
    think about if you added some great graphics or video clips to give
    your posts more, “pop”! Your content is excellent but with images and video clips,
    this website could certainly be one of the very best in its niche.
    Amazing blog! asmr 0mniartist

  4. Attractive section of content. I just stumbled
    upon your site and in accession capital to assert that I acquire actually enjoyed account your blog posts.
    Anyway I will be subscribing to your feeds and even I achievement you access consistently quickly.

  5. No matter if some one searches for his vital thing, thus he/she
    needs to be available that in detail, therefore that thing is maintained over here.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *