SAPMA Makassar Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar (13/08/2020)

Makassar, karebaindonesia.id – Sejumlah massa yang tergabung dalam SAPMA Kota Makassar melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar pada Kamis, 13 Agustus 2020 siang tadi.

Aksi unjuk rasa tersebut menuntut sejumlah hal, seperti mencopot Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, mencopot Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Labuang Baji Makassar dan tuntutan-tuntutan lainnya mengenai persoalan penanganan kesehatan untuk masyarakat di Sulawesi Selatan.

Ketua SAPMA Kota Makassar, Husnul Mubarak mengatakan bahwa sudah banyak kasus mengenai pelayanan kesehatan yang buruk di Kota Makassar yang jelas melanggar UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Salah satunya yang terjadi di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar.

“Baru-baru ini seorang pasien yang ingin melahirkan dengan inisial NEE yang kemudian diterlantarkan tanpa adanya pelayanan kesehatan oleh Rumah Sakit Labuang Baji. Menurut keluarga korban pada saat itu di ruang IGD dari pasien tiba jam 21.00 WITA hingga 04.00 WITA dinihari itu tidak ada satupun dokter yang berjaga di sana dari dokter spesialis hingga dokter umum.

“Ini bukti bahwasanya pelayanan Rumah Sakit yang ada di Makassar terkhusus Rumah Sakit Labuang baji jauh dari kata baik atau sangat buruk, apalagi ini menyangkut nyawa seseorang. Untung pada pada malam itu hanya ada satu pasien yang masuk. Bagaimana jika 20 pasien bersamaan maka akan ada 20 pasien yang ditelantarkan oleh pihak Rumah Sakit Labuang Baji,” ujar Husnul Mubarak dalam wawancaranya pada Kamis, 13 Agustus 2020 siang tadi.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Eko Wahyudi mengatakan bahwa sebelumnya aksi, pihaknya sudah menyurat ke Rumah Sakit Labuang Baji, namun tidak ada balasan dari pihak Rumah Sakit. Kemudian pihaknya turun aksi di depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, tapi tak satupun yang menemui mereka.

“Mereka bersembunyi tanpa adanya klarifikasi. Ini bukti bahwa kesehatan di Sulawesi Selatan terkhusus di kota makassar belum jadi proritas utama dari pemerintah Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Setelah aksi, massa kemudian membubarkan diri tanpa adanya kericuhan yang terjadi. Namun pihak SAPMA Makassar berencana akan kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan sebagai tindak lanjut aksi sebelumnya pada Selasa, 18 Agustus 2020 mendatang.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi