Karebaindonesia.id – Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar desak Kapolda Sulawesi Selatan agar segera bertanggungjawab serta menindak tegas para kepala pengendali atau penanggungjawab aparat personil yang melakukan penanganan aksi unjuk rasa yang berujung represif di depan Pabrik Terigu PT. Eastern Pearl Flour Mills Makassar pada Jum’at 4 Maret 2022.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ilham Syahruddin selaku Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar (SEMA FSH UINAM).

“Kami dari Senat Mahasiswa FSH UINAM yang tergabung dalam Aliansi tersebut sangat menyayangkan atas adanya insiden represif aparat terhadap beberapa peserta massa aksi yang melakukan aksi unjuk rasa dalam membela hak-hak normatif 83 buruh PT. Eastern Pearl Flour Mills Makassar.”

Lebih lanjut Ilham menguraikan pertanggungjawaban pelaku.

“Tentunya, pada insiden tersebut tidak hanya semata-mata para pelakunya langsung yang wajib bertanggungjawab melainkan seluruh para kepala kesatuan sebagai pengendali yang memimpin aparat personil gabungan dilapangan yakni dari Polres Pelabuhan maupun Polda Sulsel juga wajib bertanggungjawab.

Ini adalah sistem komando, sistem instruksi dari kesatuan. Kabag Ops, Kasat Shabara, Kasat Intelkam bahkan seluruh jajaran penanggungjawab personil lainnya atas tindakan-tindakan yang diluar dari SOP Penanganan Aksi Unjuk Rasa wajib untuk ditindak tegas utamanya pada Kapolresnya pada wilayah yang menjadi tanggungjawabnya. Hormatilah hak asasi kami, hormati hak asasi mereka siapapun orangnya, tidak ada ajaran manapun yang membenarkan adanya tindakan penganiayaan maupun peraturan perundang-undangan lainnya.

Mereka hanya mengemukakan pendapatnya maka tidak layak ada tindakan dari aparat kepolisiaan yang berujung represif. Persuasiflah dalam melakukan penanganan aksi unjuk rasa”.

Beberapa korban tindakan represif aparat mengalami luka-luka hingga dilarikan ke Rumah Sakit Pelamonia Makassar.

“Lebih parahnya lagi 3 orang peserta aksi terpaksa dilarikan kerumah sakit karena mengalami luka, memar bahkan mereka sempat pingsan. Ini adalah bentuk pencederaian terhadap hak asasi manusi yang wajib dilindungi. Ini adalah bentuk pencideraian terhadap isntitusi polri sebagaimana institusi ini dibentuk sebagai institusi untuk melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Kita Fair ajalah.” Tambahnya

Adapun organ yang tergabung dalam Aliansi tersebut yakni BADKO HMI SULSELBAR – GAMKI Cabangg Gowa – GMKI Cabang Makassar – Pemuda Katolik Komcab Makassar – DEMA Fakultas Syariah dan Hukum UINAM- BEM Fakultas Hukum UKIP Makassar – SEMA Fakultas Syariah dan Hukum UINAM – SIMPOSIUM SULSEL – GMI SULSEL- LIP2U

“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan represif tersebut. teman-teman Aliansi turun membantu para buruh berdasarkan panggilan nurani. Tentunya pada insiden tersebut kami mengecam tindakan represif dan meminta Kepada Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi anggotanya.

Saat ini korban telah melaporkan insiden yang menimpa dirinya ke Propam Polda Sulsel. Semoga para pelaku dapat teridentifikasi. Terakhir dari saya semoga pihak Propam dapat independen. Kalau perlu periksa seluruh personil yang ada dilapangan” Tutupnya

2 thoughts on “SEMA FSH UINAM Desak Kapolda Sulsel Tindak Tegas Para Penanggungjawab Penanganan Aksi Unjuk Rasa Yang Berujung Represif”
  1. I’m truly enjoying the design and layout of your website.
    It’s a very easy on the eyes which makes it
    much more pleasant for me to come here and visit more often. Did you hire out a developer to create your theme?
    Exceptional work!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi