Petugas mentuntikkan vaksin.

Sukabumi, karebaindonesia.id – Seorang guru di Sukabumi, Jawa Barat, Susan (31), disebut mengalami kelumpuhan usai menjalani vaksinasi Covid-19 kedua. Ia kini masih menjalani rawat jalan setelah sekitar tiga pekan dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Koordinator Pelayanan Medik RSHS Bandung Zulvayanti membenarkan rujukan pasien tersebut.

Dilansir oleh karebaindonesia.id dari cnnindonesia.com, Zulvayanti membenarkan pasien atas nama Susan dari Sukabumi dirawat di RSHS dengan keluhan lemah keempat anggota gerak.

“Jadi betul pasien atas nama Nyonya Susan dari Sukabumi dirawat di RSHS dengan keluhan lemah keempat anggota gerak,” kata Zulvayanti dalam keterangan resmi, Jumat (30/4).

Lanjut Zulvayanti, Susan masuk RS mulai 1 April dan dirawat sampai dengan 23 April. Adapun kondisi pasien saat pulang sudah dalam perbaikan.

“Pasien bahkan sudah sempat datang kembali kontrol motorik neurologi RSHS. Saat ini pasien dalam masa penyembuhan,” ujarnya lagi.

Soal dugaan pasien mengalami kelumpuhan berkaitan dengan vaksinasi Covid-19, Zulvayanti menyatakan hal itu masih diinvestigasi Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Jawa Barat.

“Terkait ada tidaknya apa yang dikeluhkan pasien dengan vaksin ini sedang dalam investigasi tim KIPI. Pengkajiannya di tingkat Komda KIPI Jabar dan saat inisedang berlangsung,” katanya.

Selanjutnya, kata dia, kajian dari Komda akan dilaporkan ke Komisi Nasional (Komnas) KIPI untuk dilakukan kajian tahap akhir.

“Nanti ditentukan apakah kejadian tersebut memang terkait dengan vaksinasi atau tidak,” ucap Zulvayanti.

Sebelumnya, adik Susan, Yayu mengatakan kakaknya menjalani vaksinasi dosis kedua pada 31 Maret lalu. Saat penyuntikan itu Susan mengeluh pusing, mual hingga pandangan buram.

Ia lalu dibawa ke Rumah Sakit Palabuhanratu. Menurut Yayu, saat itu diagnosa dokter menyebut Susan memiliki autoimun.

Tidak lama di RS Palabuhanratu, Susan lalu dirujuk ke RSHS Bandung. Ia dirawat selama tiga pekan di rumah sakit tersebut.

“Keluar tanggal 23 (April). Sekarang sudah di rumah, tinggal rawat jalan saja seminggu sekali. Tapi kondisinya masih belum bisa melihat dan belum bisa jalan. (Pandangan) buram. Waktu di RSHS malah sempat blank,” kata Yayu saat dihubungi.

30 thoughts on “Seorang Guru di Sukabumi Lumpuh Akibat Vaksin”
  1. I¦ve been exploring for a bit for any high quality articles or weblog posts on this sort of house . Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this web site. Reading this info So i¦m glad to show that I have a very good uncanny feeling I came upon exactly what I needed. I most no doubt will make certain to do not forget this web site and give it a look on a continuing basis.

  2. 423396 655809Spot up for this write-up, I seriously believe this web site needs a lot much more consideration. Ill apt to be once more to learn additional, appreciate your that information. 920599

  3. Hi, i think that i saw you visited my weblog thus i came to “return the favor”.I am attempting to find things to improve my site!I suppose its ok to use a few of your ideas!!

  4. Good day! Do you use Twitter? I’d like to follow you
    if that would be ok. I’m undoubtedly enjoying your blog and look forward
    to new posts.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *