karebaindonesia.id,- Diberlakukannya surat keterangan bebas covid, saat ini marak diperbincangkan karena sulawesi selatan dikatakan sebagai kawasan zona merah yang setiap hari pasien covid semakin bertambah. Selain itu, semenjak gubernur Sulawesi Selatan angkat bicara terkait surat keterangan bebas Covid-19, maka mulai hari kamis tepatnya tanggal 07/07/2020 telah diberlakukannya rapid test untuk wilayah Sulawesi Selatan bagi orang-orang yang hilir mudik dari jalur darat, udara, dan laut.

“Susahnya mi lagi pergi mengurus kodong baru di kampungta jauh sekali dari jarak rumah sakit yang menggratiskan rapid test,” ujar supardi selaku supir mobil rental yang berasal dari daerah Barru.

Mereka bahkan menganggap bahwa pemberlakuan surat keterangan bebas covid betul-betul sangat menekankan mereka untuk harus meluangkan waktu dalam mengurus. Sebab, akan begitu banyaknya orang yang pastinya akan mengantri untuk pengurusan surat keterangan bebas Covid juga.

“Terlebih lagi kita yang sebagai supir mobil, setiap hari hilir mudik, pasti bakalan kurang mi penumpang karena banyak penumpang yang tidak mau melakukan rapid test.” lanjut Supardi.

Dari keluhan supir itulah dapat disimpulkan bahwa mereka mengkhawatirkan perekonomian mereka kedepannya atau mengakibatkan pendapatan mereka jadi berkurang. Ketika mendapatkan penumpang mereka masih kekurangan, apalagi jika tidak ada sama sekali penumpang yang ingin bepergian. Surat keterangan bebas covid suatu hal pokok yang menjadi perbincangan di tengah masyarakat, bahkan supir mobil rental daerah pun sedih dan mengeluhkan.

“Selama 3 bulan ini saya juga baru naik Makassar, baru mau tommi lagi diberlakukan SK covid, bagaimanami nanti penumpangku dih? mau ji kah rapid test” tambah Supardi selaku supir mobil

Sumber Gambar: Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *