Karebaindonesia.id, – Tagar #FreePalestine menjadi trending topic di Jagat maya. Pasalnya, warganet mengecam atas hilangnya Palestina dari Google Maps dan Apple Maps pada Jumat (17/07/2020).

Sebelumnya pada 2013, Google mengikuti keputusan PBB dan melakukan pembaruan atau update di menu search pada homepage terkait Palestina. Google memasukkan Palestine sebagai ganti atas Palestinian Territories. Menandai langkah dalam penyelesaian konflik, bendera Palestina ikut berkibar di markas PBB pada 2015.

Dilansir dari Independent, Ahad (19/07/2020), kasus ini pertama kali diposting oleh pemilik akun Instagram (@astagfirollah). Ia menuliskan “BREAKING: Google maps and Apple maps officially removed Palestine from worldwide maps”.

Unggahan @astagfirollah di instagram tentang hilangnya Palestina di Google Maps dan Apple Maps.

Namun, si pemilik akun meralat postingannya. Ia menyatakan postingannya tersebut berisi informasi palsu. Sebab Palestina tidak pernah masuk dalam peta dunia.

“Namun kita harus menyebarkan kesadaran tentang masalah ini. Karena peta berkembang ke kesadaran nasional kita. Kami MEMBUTUHKAN suara kamu untuk lebih keras saat ini. Gunakan suara Anda. Gunakan kekuatanmu. Ini adalah tahun yang revolusioner, dan kami akan berjuang untuk perubahan yang diperlukan untuk membawa Palestina ke peta. #FreePalestine,” tulis @astagfirollah di Instagram pada Kamis (16/07/2020).

Tidak ada kepastian apakah benar Google sengaja menghapus Palestina dari Google Maps atau ada alasan lain mengapa Palestina dihapus dari Google Maps.

Melansir Independent, Google tidak segera memberikan komentar terhadap tuduhan tersebut. Tetapi bagian dari situs webnya didedikasikan untuk menyatakan batas-batas yang disengketakan, dengan ketentuan:

Batas yang disengketakan ditampilkan sebagai garis abu-abu putus-putus. Tempat-tempat yang terlibat tidak menyetujui batas.

Bisa disimpulkan bahwa penyebab hilang Palestina dari di Google Maps karena Google menganggap Palestina sebagai wilayah yang masih terlibat sengketa.

Wilayah Palestina tercatat seluas 6.220 kilometer persegi dengan 35 persen adalah perairan. Namun Independent mengutip dari sebuah kelompok monitoring menyatakan, sudah ada lebih dari 130 pemukiman Israel di wilayah Tepi Barat. Jumlah ini terus bertambah meski hukum internasional menganggapnya sebagai tindakan ilegal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *