Kalsel, karebaindonesia.id – Awal tahun yang buruk bagi Indonesia, pasalnya sejumlah daerah di belahan bumi pertiwi ditimpa musibah. Salah satu di antaranya banjir bandang di Kalimantan Selatan. Namun, dibalik banjir bandang tersebut sejumlah pengamat mendapatkan pemicu dari banjir bandang tersebut.

Menurut tim tanggap darurat bencana di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). berkurangnya hutan primer dan sekunder yang terjadi dalam rentang 10 tahun terakhir disebut menjadi penyebab terjadinya banjir terbesar di Kalsel.

Adapun dampak dari banjir besar yang terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dicatat oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah korban meninggal di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan jadi 15 orang, dan sebanyak 39.549 warga terpaksa mengungsi akibat kejadian tersebut.

Akibat dari banjir bandang tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi seluruh pemberian izin tambang dan perkebunan sawit di Provinsi Kalsel lantaran menjadi pemicu degradasai hutan secara masif.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan menjanjikan bakal melakukan audit secara komprehensif terkait penggunaan lahan di sana agar bencana serupa tidak terulang.

“Kami berjanji akan melakukan audit secara komprehensif agar tidak terjadi lagi bencana yang serupa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *