Karebaindonesia.id, Gowa – Aksi pembusuran yang mengakibatkan salah seorang anak di Kelurahan Batang Kaluku, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa pada malam takbiran yang menyebabkan korban harus kehilangan salah satu bola matanya mengundang simpati dari masyarakat, termasuk Yerri, SH., Ketua Umum Salapang Community , salah satu aktivis sosial di Kabupaten Gowa.

“Kami prihatin dengan apa yang menimpa adik kita Putra pada malam takbiran, yang seharusnya menjadi malam kemenangan untuk seluruh saudara-saudara kita yang beragama Muslim setelah berpuasa selama sebulan penuh lamanya”, katanya.

“Maraknya perang kelompok menggunakan jenis senjata busur sepanjang bulan Ramadhan telah mencapai puncaknya tatkala menimbulkan korban yang harus mengalami cacat permanen seumur hidupnya dengan kehilangan bola mata sangat disayangkan dan patut dikecam”, sambungnya.

Perang kelompok menggunakan senjata busur di Kabupaten Gowa, khususnya Kecamatan Somba Opu memang marak terjadi sepanjang bulan Ramadhan. Kondisi tersebut sudah mulai meresahkan banyak warga Kabupaten Gowa.

“Kami merasa perlu ada tindakan tegas dari aparat pemerintah setempat bersama pihak keamanan yang ada. Walaupun para pelaku masih di bawah umur, perbuatan mereka sudah masuk kepada tindakan kriminal yang sudah sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan warga yang berada di Kabupaten Gowa”, sambung Yerri

“Kita harus sepakat untuk menyatakan senjata jenis busur ilegal di wilayah Kabupaten Gowa, dan kepada semua pihak yang memiliki senjata tersebut sudah saatnya wajib ditindak secara tegas, demi keamanan dan kenyamanan seluruh warga Kabupaten Gowa;” tutupnya.

By Kareba Indonesia

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi