55 Lukisan Karya Armin Bertema Politik Dipamerkan di Claro

Karebaindonesia.id, Makassar – To Accae institut akan menghadirkan pameran tunggal karya lukis Armin Mustamin Toputiri. Pameran diselenggarakan pada 12-17 Maret di Claro Hotel Makassar.

Manager Exhibisi, Moch Hasymi Ibrahim menjelaskan, pameran ini akan mengisi kekosongan dan mengakhiri kevakuman pameran tunggal yang sudah tidak pernah lagi hadir setidaknya dalam rentang waktu 30 tahun terakhir di Makassar. Padahal seni rupa di Sulawesi Selatan ini tumbuh dan berkembang.

“Tema pamerannya adalah zoon politicon,” ungkap Moch Hasymi.

Kenapa temanya zoon politicon, lanjut Hasymi, karena pelukisnya adalah seorang politisi. Armin Mustamin pernah duduk dua periode sebagai anggota DPRD Sulsel. Selain itu, Armin juga adalah seorang penulis esai yang produktif.

“Kenapa dia melukis? Saya menduga karena mungkin gagasan-gagasannya sudah tidak bisa lagi tertampung melalui aktivitasnya sebagai seorang politisi dan juga melalui tulisan-tulisan,” paparnya.

Hasymi mengakui, Armin adalah seorang penulis esai yang baik. Namun, karena mungkin ada dorongan lain sehingga ia memilih bertransformasi dari seorang politisi, penulis, menjadi pelukis.

“Dan inilah yang membuat pameran ini menarik untuk disimak,” katanya.

Hasymi mengurai, background Armin sebagai politisi dan penulis yang kaya gagasan bisa terlacak dari lukisan-lukisan yang akan dipamerkan nantinya.

Dari 55 lukisan yang akan dipamerkan itu semua nadanya, temanya tentang politik dan kehidupan politik.

Bahkan behind the scene dari aktivitas politik di daerah ini dan Indonesia. Termasuk ide dan pokok-pokok pikiran yang ingin disampaikan lewat lukisan.

“Pameran ini juga dimaksudkan untuk mengisi agenda kultural di Kota Makassar. Karena Makassar ini kota maju, berkelas dunia, itu harus diisi agenda kultural. Tidak bisa hanya diisi agenda sosial politik,” imbuhnya.

Olehnya, lanjut Hasymi, kami mengambil prakarsa untuk menampilkan Pak Armin ini untuk mengisi agenda kultural bagi Makassar, bagi Sulawesi Selatan dan bagi Indonesia.

Hadirnya pameran tunggal ini juga diharapkan menjadi trigger bagi para seniman lainnya untuk tampil melakukan pameran tunggal.

Makanya, melalui pameran tunggal ini, kami juga mengajak masyarakat umum untuk memberikan apresiasi terhadap karya-karya kultural yang lahir di daerah ini.

“Karena seperti kita tahu seni lukis itu sesuatu yang membutuhkan jembatan untuk sampai ke khalayak dan pameran tunggal ini adalah wadahnya,” jelasnya.

Pada pameran ini juga, selain menampilkan karya lukis Armin Mustamin, ada banyak rangkaian acara telah disiapkan.

Misalnya, di luar seremoni pembukaan, juga setiap harinya akan diisi agenda diskusi.

Pertama akan diisi para pelukis yang akan membahas dari berbagai sisi juga pelukis akan memberikan pandangan terkait transformasi Armin dari politisi jadi pelukis.

Juga diskusi terkait ekosisten kesenian dan kebudayaan agar bisa tumbuh dan berkembang. Jadi semacam tonggak kebangkitan kesenian dan kebudayaan Sulawesi Selatan

“Setiap hari, para pelukis juga akan hadir dan melakukan live painting. Mereka akan melukis siapa-siapa yang hadir dan lukisannya bisa dibawa pulang. Jadi jangan sampai ketinggalan,” ajaknya. (*)

43 thoughts on “ToAccae Institute Pamerkan Lukisan Tunggal Karya Armin Mustamin Toputiri”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi