TITIPAN HUJAN

hujan adalah terjemahan bahasa langit
ia berkabar ihwal seorang kawan yang muram
yang tak terjamah cerah mentari
dikala basah dan resah membuyur tubuh
dan hatinya.

bersyukurlah,
doa hujan pasti diterima
sebab ia dekat dengan langit, singgasana Tuhan
dan Tuhan pun bersenang hati
bila hujan selalu bersedih
bila mendung awan menghalangi mentari
mencintai manusia, tanaman, dan kisah cinta.

dan hari ini,
hujan satu-satu meniti
menitipkan salam
dari Tuhan.[]

***

SEPASANG PENDAKI


(1)

di puncak Bulusaraung, pundaknya menunduk, seraya menjalin embun di depan mata dan kenangannya yang kabur. kabut malam memberimu kabar, jika inginmu serupa dingin yang berkecamuk di badanmu yang memar dan marah. maka peluklah badanmu, peluklah mimpi itu agar tak tertiup angin dan angan orang lain.

(2)

kupu-kupu Bantimurung adalah anak dari rahim paling suci. ia bermukim di makam-makam nenek moyang yang belajar kebijaksanaan dan kemungkinan di masa nanti. cantiknya adalah serpih dari seluruh alam raya dan lentiknya adalah air mata bidadari yang berjatuhan di negeri jauh, di hati yang riuh. ia mendekat, mendekap kupu-kupu itu, namun sayang, ia menghilang. karena kupu-kupu itu adalah bagian dari cita-citamu yang beristirahat di Gua Mimpi.

(3)

dalam lelapnya, nampak hamparan batu Leang-leang yang purba, tempat ingatan masa lalu tersusun rapi, tempat lukisan tentang jati diri dan keberanian dari hukum alam yang kejam. hingga ketika ia menyusuri setiap rekahannya, ia dapati seorang yang tak asing, seorang yang tak berhasil ia lupakan dalam luapan penyesalannya yang tak sempat selesai. seorang itu yang mengajaknya mendaki di puncak Bulusaraung.

(4)

segelas kopi dan suasana Pantai Tak Berombak membuatnya tak bisa lelap, lelah menuju tidur indahnya. hingga matanya terbelalak memandang mata yang lain; mata kekasihnya. “maukah kau ikut mendaki denganku?” selepas itu matanya terpejam mengkhayalkan kupu-kupu berwarna biru, warna kesukaan kekasihnya.[]

***

SEORANG YANG MENCINTAI LEMARI BUKUNYA

–membaca adalah jendela dunia

benar, lemari buku adalah jendela tempat wajahmu kueja dan kubaca
lalu kukarang dalam puisi yang selalu salah kutulis
selalu salah kubaca.

namun, di lemari buku ini, kutemukan duniamu yang putih;
matamu, rambutmu, pesonamu adalah lembar halaman
yang ingin sekali kutamatkan dan kuhapal di luar kepala.

–buku adalah jembatan ilmu

benar, lemari buku menyimpan ilmu pengetahuan perihal cinta
ditulis dari pengarang yang mengenang kisah kasihnya
yang seluruhnya berakhir tanpa kepastian.

namun, di lemari buku ini, mustahil derita menjadi pemeran utama
cerita cinta kita yang mengabadi
dalam aksara, prosa dan puisi.

–lemari buku ini dijual

salah, tak ada yang mampu memisahkan kita
dengan rak bukumu beserta setiap kata
yang menjadikanku seorang penyair.

namun, di lemari buku ini, sudah tak terisi lagi
karena segala hal di dalamnya telah kupersembahkan
untuk kekasihku yang akan kucintai; seorang kutu buku dan penulis.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

36 thoughts on “Trilogi Sajak Ibadah Kesepian”
  1. 420292 432788Hello super schner Webblog den ihr da habt. Bin gerade ber die Google Suche darber gestolpert. Gefllt mir echt super gut. macht weiter so. MFG Martina 577697

  2. 187834 592275I located your weblog internet website on google and check several of your early posts. Continue to sustain up the superb operate. I just further up your RSS feed to my MSN News Reader. Looking for forward to studying extra from you in a even though! 321801

  3. 167360 234271Oh my goodness! an incredible write-up dude. Thank you Nonetheless Im experiencing challenge with ur rss . Don know why Unable to subscribe to it. Is there anyone finding related rss drawback? Anybody who knows kindly respond. Thnkx 423000

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi