Ilustrasi SBY dan Moeldoko, Sumber gambar (Detik.com)

Jakarta, karebaindonesia.id – Ubedilah Badrun, Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendorong semua partai, baik koalisi pemerintah maupaun oposisi, menolak kudeta Partai Demokrat yang dilakukan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Kudeta partai, menurut Ubedilah, telah berkali-kali dilakukan rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dualisme kepemimpinan sebelumnya terjadi di PPP dan Partai Golkar. Kemelut di dua partai itu terjadi selama dua tahun.

“Baik yang oposisi maupun yang ada di barisan pemerintah secara bersama-sama perlu bersikap menolak praktek buruk kudeta partai,” kata Ubedilah kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (8/3).

Di ujung kemelut tersebut, PPP kemudian berhasil menetapkan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum. Sementara, Golkar menetapkan Setya Novanto sebagai ketua umum Partai Golkar.

“Keduanya kemudian menjadi pendukung pemerintah. Bedanya dengan kasus PPP dan Partai Golkar adalah jagonya pemerintah bukan sedang menjabat kepala KSP atau jabatan lainya,” kata Ubedilah.

Dilansir oleh karebaindonesia.id dari CNNINdonesia.com, Ubedilah menuturkan sulit menghindari pandangan bahwa kudeta Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) terjadi karena intervensi orang Istana. Sebab kata dia, Moeldoko, ketua umum yang ditetapkan lewat Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

“Rezim Jokowi ini sesungguhnya secara empirik dapat dianalisis berkali-kali ‘mengkudeta’ partai politik. Fenomena tersebut bisa saja akan terjadi pada partai partai lain juga,” lanjutnya.

Lanjut dia katakan, fenomena kudeta partai oleh pemerintah merupakan bencana demokrasi. Praktik tersebut jelas mengganggu kehidupan partai politik. Ubed menyebut partai merupakan salah satu pilar demokrasi yang turut menentukan masa depan negara.

“Partai pendukung pemerintah juga harus berani menegur Moeldoko. Partai-partai bisa juga bersikap keras dengan keluar dari barisan koalisi Jokowi. Balik badan keluar dari koalisi rezim yang makin tidak demokratis ini, itu pilihan yang cukup rasional untuk menegakan demokrasi,” ujarnya.

2 thoughts on “Ubedilah Badrun Dorong Semua Partai Tolak Kudeta Demokrat yang Dilakukan Moeldoko”
  1. 430676 446529I like the valuable details you provide in your articles. Ill bookmark your weblog and check again here regularly. Im quite certain Ill learn plenty of new stuff right here! Best of luck for the next! 855870

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *