Foto : Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Takalar (DK3T) menggelar Pengukuhan dan Rapat Kerja dengan tema “Menjadi Manusia, Berkarya dan Mengabdi” yang dilangsungkan di Hotel Grand Kalampa Kabupaten Takalar pada Sabtu (03/10/2020)

Takalar, karebaindonesia.id – Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Takalar (DK3T) menggelar Pengukuhan dan Rapat Kerja dengan tema “Menjadi Manusia, Berkarya dan Mengabdi” pada Sabtu, 3 Oktober 2020 kemarin.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Hotel Grand Kalampa Kabupaten Takalar dengan menerapkan protokol kesehatan secara menyeluruh.

Dalam Kegiatan ini, dihadiri sejumlah tokoh Kabupaten Takalar, seperti Wakil Bupati Takalar, Achmad Dg Se’re, pihak dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Tokoh Masyarakat, Tokoh Kesenian dan Kebudayaan, serta OKP dalam ruang lingkup Kabupaten Takalar.

Foto : Wakil Bupati Takalar, Achmad Dg. Se’re Saat Membawa Sambutan Dalam Kegiatan DK3T

Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Barnadi Zakaria dalam sambutannya mengatakan bahwa ia berusaha semampu mungkin untuk menghimpun penggiat kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Takalar, dengan tujuan untuk membumikan dan memperkenalkan serta menggarap kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Takalar.

“Melalui momentum pengukuhan dan rapat kerja ini kami mengajak kepada semua pengurus untuk mengabdi dan berkarya untuk Kabupaten Takalar,” ungkanya.

Tambahnya, ia berharap pada agenda rapat kerja ini dapat melahirkan program-program unggulan yang dapat membawa kesenian dan kebudayaan Kabupaten Takalar semakin maju dan semakin jaya.

“Kebudayaan dan kesenian adalah DNA suatu daerah, maka dari itu semoga setelah Pengukuhan dan Rapat Kerja Dewan Kesenian Kebudayaan Kabupaten Takalar menjadi garda terdepan untuk menjaga kebudayaan dan Melestarikan kesenian yang ada di Butta Panrangnuangku,” ujarnya.

Dalam Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Peluncuran Sekolah Peradaban Coudes Philosophy. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan pertunjukan Tari Pa’duppa dari sanggar seni Akkarena, penampilan musikalisasi puisi, orasi kebudayaan, teater monolog, serta hiburan kesenian lainnya.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *