Ilustrasi tikus (karebaindonesia.id)

Australia, karebaindonesia.id – Wabah tikus di Australia timur telah memberikan kerugian besar bagi warga di negara benua tersebut di berbagai lapisan dari mulai petani yang hasil pertaniannya rusak hingga para napi di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Pada Selasa (22/6) otoritas terpaksa mengungsikan sementara ratusan napi dan petugas penjara Wellington, New South Wales, karena pemerintah harus memperbaiki kerusakan yang terjadi akibat serbuan wabah tikus di Australia tersebut.

Seperti dikutip dari The Associated Press, setidaknya sebanyak 200 staf dan 420 tahanan dari penjara Wellington itu dipindahkan selama 10 hari ke depan terhitung Selasa (22/6) ke penjara di wilayah lain.

“Kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan para staf dan tahanan adalah prioritas nomor 1, jadi penting bagi kami untuk segera melakukan kerja remediasi vital,” ujar Komisaris Layanan Pemasyarakatan Peter Severin, Selasa.

Kerusakan-kerusakan yang disebabkan wabah hewan pengerat itu seperti kabel listrik yang putus oleh gigitan, hingga membersihkan bangkai-bangkai tikus yang membusuk di balik dinding dan langit-langit bangunan.

Severin mengatakan serangan tikus paling parah terjadi di bagian kompleks penjara yang tidak dilapisi beton.

Selain itu, kata Severin pekerjaan perbaikan di penjara Wellington itu akan mencakup penyelidikan cara untuk melindungi fasilitas dari wabah tikus di masa depan, yang merupakan fenomena yang sebagian besar unik di Australia.

Sebagai informasi, wabah tikus menyerang wilayah Australia Timur telah menyebabkan kekacauan di daerah penghasil biji-bijian di negara tersebut selama berbulan-bulan–setidaknya sejak Agustus tahun lalu. Wabah tikus itu telah merusak lahan-lahan pertanian, rumah-rumah warga, pusat perbisnisan, sekolah, rumah sakit, bahkan penjara.

Peneliti dari CSIRO Steve Henry mengatakan jumlah hewan pengerat mulai meningkat karena spesies tersebut selalu berhenti berkembang biak selama musim dingin Belahan Bumi Selatan. Tapi, angka bisa meledak lagi jika kondisinya tepat di musim semi.

Wabah biasanya terjadi ketika hujan mengikuti beberapa tahun kekeringan. Wabah saat ini adalah yang terburuk yang dapat diingat banyak orang di beberapa daerah.

Henry mengatakan penjara di Wellington itu menjadi serangan tikus karena berada di antara lahan pertanian yang luas.

“Ada banyak lahan pertanian di sekitar penjara. Tikus itu menginvasi penjara mencari makanan dan tempat perlindungan karena udara akan segera dingin di luar sana,” ujar Henry seperti dikutip dari CNN.

Henry mengatakan wabah tikus ‘mengganas’ di Wellington tahun ini adalah hal yang belum pernah dia lihat. Namun, sambungnya, kondisi di New South Wales yang hampir sepanjang 2020 diwarnai hujan kontinyu telah membuat kesuburan tanah sangat bagus untuk pertanian, dan juga menjadi kondisi yang ideal bagi tikus.

Colin Tink, 63, seorang petani di Australia Timur mengaku belum pernah dalam hidupnya melihat wabah tikus seperti itu. Setelah musim kering, lalu hujan datang tahun lalu, dia berharap tahun ini bisa meraih untung dari lahan pertaniannya.

Namun, asa itu terbang karena wabah tikus yang terjadi.

“Ini sedikit menghancurkan hatimu,” kata dia yang mengaku saban hari setidaknya rata-rata menangkap sekitar 1.000 ekor tikus.

Keluhan-keluhan lain yang paling sering muncul akibat wabah tikus di Australia itu selain terkait pertanian adalah persoalan kenyamanan warga yang tak bisa menghindar dari bau urine hingga bangkai tikus yang membusuk. Bahkan, adapula laporan mengenai orang-orang yang digigit tikus saat sedang tidur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *