Wapres Gema Keadilan.

karebaindonesia.id – Wakil Presiden Gema Keadilan mengutuk tindakan brutal Israel kepada demonstran Palestina di kawasan Al-Aqsa, Jerusalem yang memprotes pengusiran paksa warga Palestina di Sheikh Jarrah. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran hak asasi bagi warga Palestina dan melanggar berbagai resolusi perdamaian antara Palestina dan Jerussalem.

Situasi akhirnya memanas tatkala keamanan Israel melakukan pengusiran paksa warga Sheikh Jarrah. Tindakan represif ini memicu gelombang protes dari warga Palestina dan masyarakat internasional. Pihak keamanan Israel juga menunjukkan sikap intoleransi dengan membubarkan paksa demonstran di kawasan Al-Aqsa, Jerussalem menggunakan kendaraan lapis baja dan senjata api. Tindakan tersebut sangat mencederai resolusi yang sejak lama diperjuangkan oleh persatuan bangsa-bangsa.

Penyerangan kepada demonstran yang dilakukan di kawasan Al-Aqsa pada Jum’at malam waktu setempat (7/5/2021) merupakan bentuk penghinaan bagi umat Islam yang sedang menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. Terlebih diketahui bahwa banyak warga sipil yang baru selesai menunaikan ibadah di Masjid Al-Aqsa yang turut menjadi korban kebrutalan keamanan Israel.

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai media, penyerangan ini telah memakan ratusan korban luka-luka dan masih terus akan bertambah hingga Israel berhenti melakukan penyerangan.

Wakil Presiden Gema Keadilan, Andriyana menuturkan bahwa apa yang dilakukan oleh Israel adalah kejahatan kemanusiaan serius dan termasuk kejahatan perang.

“Penggunaan kekerasan pada masyarakat sipil adalah wujud kebiadaban Israel dan menunjukkan ketidakseriusan mereka akan resolusi dua negara” pungkasnya.

Lebih lanjut, Andriyana juga menyebut Israel selama ini bermuka dua karena selalu mengkampanyekan toleransi mereka pada warga Arab yang bermukim di wilayahnya.

Andriyana bersama Gema Keadilan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengirimkan doa untuk keselamatan dan keamanan warga Palestina. Andriyana mendorong pemerintah dan masyarakat agar segera mengirimkan bantuan kepada warga Palestina. Selain itu, ia juga mengajak warganet Indonesia agar meningkatkan kesadaran akan isu ini di dunia maya karena beberapa platform media sosial telah melakukan sensor besar-besaran pada isu ini. Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia, maka sudah sepatutnya kita membalas budi mereka dengan menunjukkan dukungan sebesar-besarnya untuk kemerdekaan Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *