Karebaindonesia.id – Sejumlah orang berkumpul melakukan aksi solidaritas di Paris, Perancis pada Minggu, 18 Oktober 2020 waktu setempat. Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud mengenang seorang guru yang tewas dipenggal.

Gelombang protes bermunculan dari berbagai kalangan masyarakat atas tindakan tersangka pemenggalan guru tersebut.

Sejumlah orang yang berkumpul di alun-alun melakukan hening cipta selama satu menit untuk mengenang guru yang menjadi korban pemenggalan tersebut yang diakhiri dengan tepuk tangan dari peserta aksi.

Foto : Presiden Perancis : Emmanuel Macron

Presiden Perancis, Emmanuel Macron mengutuk aksi tersebut dan menganggapnya sebagai tindakan terorisme.

“Salah satu dari warga kami dibunuh pada hari ini (Jumat) karena dia tengah mengajar, dia sedang mengajar kebebasan berekspresi.

“Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris. Mereka tidak akan menang. Kami akan bertindak. Dengan tegas dan cepat. Anda dapat mengandalkan tekad saya,” ucapnya.

Guru yang bernama Samuel Paty tewas dipenggal oleh pria 18 tahun dari etnis Chechnya, Rusia setelah sang guru sejarah tersebut memperlihatkan kartun Nabi Muhammad terbitan Charlie Hebdo saat memberikan pelajaran di kelasnya pada Jumat, 16 Oktober 2020 lalu.

Hingga kini, Kantor Kejaksaan Anti-Terorisme Perancis telah membuka penyelidikan atas kasus tersebut.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *