Foto : Sejumlah pengunjuk rasa yang memadati kota Paris, Perancis melakukan aksi protes terkait Rancangan Undang-undang (RUU) pada Sabtu (21/11/2020)

Karebaindonesia.id – Sejumlah pengunjuk rasa yang memadati kota Paris, Perancis melakukan aksi protes terkait Rancangan Undang-undang (RUU) pada Sabtu, 21 November 2020 lalu.

RUU tersebut berisi hukuman bagi siapa saja yang melakukan penyebaran foto wajah anggota polisi negara Perancis.

RUU yang diajukan di Parlemen oleh partai pimpinan Presiden Perancis Emmanuel Macron, La Republique En Marche.

RUU tersebut berisi bahwa berbagi gambar polisi yang sedang bertugas “dengan tujuan merusak integritas fisik atau psikologis mereka” akan dihukum penjara hingga satu tahun penjara dan denda sebesar 45.000 Euro (sekitar 759 Juta Rupiah) kecuali jika wajah mereka diburamkan.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa berkumpul di Esplanade of Human Rights di Trocadero sambil meneriakkan “Kemerdekaan!” sembari mengacungkan tulisan “Tidak untuk polisi negara”.

RUU ini juga mendapat kritikan dari organisasi HAM dan jurnalis. Mereka memandang bahwa RUU tersebut akan menjadi alat untuk membatasi kebebasan pers dan merusak pemeriksaan terhadap potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh polisi.

Meski demikian, RUU tersebut mendapat dukungan dari beberapa pihak. Menurutnya, RUU tersebut akan melindungi polisi dan keluarga mereka dari perusakan dan pelecehan ketika tak sedang bertugas.

Menteri Dalam Negeri Perancis, Gerald Darmanin mengatakan bahwa di Pasal 24 RUU tersebut diperlukan untuk melindungi mereka yang melindungi negara. Hal itu dilakukan setalah adanya laporan terkait petugas polisi kian menjadi sasaran dari ancaman.

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

2 thoughts on “Warga Perancis Turun ke Jalan Protes RUU Kriminalisasi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi