Makassar, Karebaindonesia.id — Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan Fadli Ananda secara resmi telah melakukan deklarasi di Tribun Lapangan Karebosi, Makassar pada Senin, 31 Agustus 2020 kemarin malam.

Dalam deklarasi yang ditayangkan secara virtual ini, Syamsu Rizal dan Fadli Ananda menyampaikan visi misi yang akan mereka gagas jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar.

Dalam orasi politiknya, Deng Ical sapaan akrabnya mengatakan bahwa dirinya akan mewujudkan visi Makassar sebagai KOTA SOMBERE serta telah merumuskan dan menetapkan misi yang dirangkum dalam 3 pilar yakni Makassar Maju, Makassar Lestari, dan Makassar Melayani.

“Kami akan membuat Makassar sebagai kota Sombere. Kota yang ramah, kota yang hijau, aman, dan nyaman untuk semua orang,” jelas Deng Ical.

Adapun Ketiga Pilar tersebut yang dibingkai dalam strategi khusus dengan sebutan Makassar Kerja, yaitu :

  1. Menciptakan Sumber Daya Manusia yang unggul, maju, berkualitas, bermartabat berdasarkan nilai-nilai keagamaan, berkebudayaan dan berkearifan lokal.
  2. Melaksanaan pembangunan sarana dan prasarana lingkungan dan pemukiman secara terpadu serta sesuai daya dukung ekologis dan sosial secara terukur, aspiratif dan partiisipatif.
  3. Optimalisasi tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, akuntabel dan partisipatif.

Deng Ical menegaskan bahwa visi misi yang mereka usung ini kana menuntaskan berbagai permasalahan di Kota Makassar.

“Kami yakin bahwa visi dan misi yang telah kami rumuskan dan tetapkan akan mampu mengatasi atau meminimalisir sejumlah permasalahan yang sedang dihadapi Kota Makassar saat ini,” tegasnya.

Berikut sejumlah permasalahan yang akan DIlAN tuntaskan jika terpilih nanti, yaitu:

  1. Pertumbuhan ekonomi yang melambat, bahkan terkadang mundur dari periode sebelumnya yang pernah mencapai puncak pertumbuhannya pada tahun 2013, yakni 9,56% diatas rata-rata pertumbuhan nasional, bahkan mengalahkan Jepang dan Tiongkok pada saat itu.
  2. Angka gini rasio Kota Makassar pada tahun 2019 meningkat sebesar 0,013 dibandingkan pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan semakin meningkatnya kesenjangan pendapatan masyarakat.
  3. Pertumbuhan IPM Kota Makassar mengalami penurunan untuk tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 yakni hanya diangka 0,64.
  4. Jumlah pengangguran yang masih tinggi, sebelumnya pernah mencapai angka dibawah 10% pada 2013. Namun tahun 2019 Kota Makassar menduduki urutan pertama dari 24 Kabupaten/Kota dalam hal Pengangguran Terbuka.
  5. Angka putus sekolah juga meningkat pada tahun 2019 sekalipun serapan APBD 89,24% dari total anggaran 127 M.
  6. Masih besarnya jumlah guru pada tingkatan SD/MMI dan SMP/MTS yang belum bersertifikasi.
  7. Kemacetan dan banjir belum tertangani secara optimal.
  8. Jaminan dan pelayanan kesehatan yang belum berjalan secara optimal.
  9. Sampah dan perpakiran belum tertangani dengan baik.
  10. Kenyamanan dan keamanan warga belum terjaga sebagaimana yang diharapkan
  11. Hubungan pemerintah, dunia usaha, media, Perguruan Tinggi dan masyarakat yang belum optimal.
  12. Penanganan perlindungan anak dan perempuan belum berjalan secara maksimal. Kasus kekerasan tahun 2019 di Makassar sebanyak 1.308 kasus dan 20 kasus KDRT yang terlapor, berapa banyak yang tidak terlapor. Hanya Tuhan yang tahu!.
  13. Tata ruang yang masih semberawut.
  14. Situasi terakhir Kota Makassar akibat terjadinya pandemi Covid-19 yang berdampak langsung pada sektor perdagangan dan industri yang mengakibatkan lebih dari 10.000 warga kota Makassar kehilangan lapangan pekerjaan.

Pasangan pemilik tag line DILAN itu juga telah resmi diusung oleh tiga partai politik yakni, PDIP, Partai Hanura dan PKB.

Dengan diusung oleh ketiga partai tersebut, telah memenuhi syarat untuk mendaftar di KPU pada 4 September 2020 nanti.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi